Senin, 28 November 2011

The best kolektor

Mengaji Dirimu

pukul tiga dinihari tubuh kita sempurna menjelma sungai doa
menggapai masa silam yang terselip di celah batubatu usia

ikanikan berenang di dasarnya, sambil menulis ayatayat kenangan
dengan mata yang tidak kunjung terpejam

demikianlah aku mengaji dirimu, melewati kesamaran demi kesamaran
melalui alif lam mim yang bertiup dari hulu dongeng kejatuhan

2011





Lalu Kumatikan Ponsel

lalu kumatikan ponsel
malam ini bukan waktu yang tepat untuk mengingat
tapi tanganku terus menggambar matamu yang sayu
dengan hasrat musim hujan

memang benar tidak ada yang kamu tinggalkan pada diriku
selain kenangan rusak dan bayangbayang kematian
yang ganjil sekaligus menggairahkan

tengah malam usiaku seperti lepas
jatuh menimpa tempat tidur
kubayangkan sebuah kuburan yang terbakar
dan matamu yang sayu mendekap nisan hitam

lalu kupecahkan ponsel
seluruh alamat rindu menjelma jurang
yang mengancamku. seluruhnya terlahir
dari pertemuan kita yang terlalu tergesa
dan tanpa rencana. kupecahkan ponsel
seraya melupakanmu

sedang isi kepalaku hancur mengotori rakrak buku

2011




Tidak ada komentar:

Posting Komentar